tugas projek dasar informatika
Tugas Projek Dasar Informatika
PERKEMBANGAN
TEKNOLOGI DI BIDANG OLAHRAGA
VAR ( VIDEO ASSISTANT REFEREE)
OLEH:
M.REZA
PRATAMA HARAHAP (4183250014)
ILMU KOMPUTER A
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUANALAM
UNIVERSITAS NEGERIMEDAN
2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat
dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan artikel ini dengan tepat waktu, dimana artikel ini
merupakan salah satu dari tugas proyek mata kuliah Dasar Informatika. Juga tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada
dosen dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dan bimbingannya serta
yang terkhusus terimakasih saya ucapkan kepada kedua orangtua saya yang telah
memfasilitasi dan mendukung saya dalam perkuliahan saya.
Saya
juga menyadari bahwa dalam penulisan artikel ini masih
banyak kekurangan saya, oleh sebab itu saya mengharapkan kritik dan saran yang
dapat membangun dari pembaca, saya berharap artikel ini pula dapat bermanfaat bagi pembaca. Terkhusus saya meminta maaf atas
ada kesalahan kata.
VAR ( VIDEO ASSISTANT REFEREE )
Untuk itu mulai banyak liga yang menggunakan teknologi ini untuk mendukung beberapa hal tersebut. Karena pro-kontra masih banyak terjadi di beberapa liga, FIFA akhirnya masih belum dapat memutuskan untuk mewajibkan teknologi ini pada beberapa liga tertentu. Di mana masih banyak atlet dan juga orang-orang yang ambil bagian dalam pertandingan sepak bola yang menolak teknologi ini.
VAR mulai digunakan oleh wasit di eropa untuk membantu memutuskan
sebuah kejadian yang sering diprotes dalam pertandingan. VAR banyak digunakan
untuk melihat tayangan ulang Gol dan pemberian keputusan penalti. Peran VAR
terbilang sangat riskan karena tayangan ulang ini menentukan apakah terjadi
pelanggaran yang mengakibatkan penalti atau tindakan lain yang membuat gol
dapat dinyatakan menjadi tidak sah. Selain itu, VAR juga dapat digunakan oleh
wasit untuk melihat pelanggaran yang terjadi yang dapat berakibat pemberian
sanksi Kartu kepada pemain.
·
Cara Kerja
VAR
Seperti
dilansir Independent, ada 13 wasit yang bisa dipilih untuk bertugas sebagai
wasit video assistant. Mereka semua akan duduk di sebuah area khusus di
Moskow, tidak dipengaruhi lokasi diselenggarakannya suatu pertandingan.
Walau bekerja di luar lapangan, para
wasit VAR itu akan menggunakan seragam lengkap seperti layaknya ketika bertugas
di lapangan.
Salah satunya kemudian akan dipilih
untuk memantau satu pertandingan dan mereka akan memiliki tim beranggotakan
tiga asisten wasit.
Dari sana, para wasit itu akan
menyaksikan siaran langsung pertandingan dengan akses semua kamera yang
tersedia di dalam stadion pertandingan, termasuk kamera slow motion.
Mereka bisa mengawasi setiap kamera sesuai kebutuhan.
Meski begitu, VAR hanyalah berperan
sebagai pemberi saran. Semua keputusan akan diambil oleh wasit di lapangan,
bahkan jika sang wasit memilih untuk mengambil keputusan yang berbeda dari
saran VAR.
·
Apa yang
bisa dibantu oleh VAR?
FIFA
mungkin telah membawa teknologi ke dalam Piala Dunia. Tapi, federasi sepak bola
internasional itu tetap membatasi apa saja hal yang bisa dibantunya.
- Garis gawang. Sistem dari
VAR bisa digunakan untuk mengecek apakah bola telah melewati garis gawang atau
belum. Teknologi ini akan menentukan pengesahan gol.
- Penalti. Untuk penalti,
wasit dapat meminta bantuan VAR untuk melihat apakah sebuah penalti memang
harus diberikan atau tidak. Wasit akan menyaksikan tayangan ulang dari semua
insiden di dalam kotak penalty.
- Kartu merah. Jika wasit
telah memutuskan terjadinya sebuah pelanggaran, maka VAR bisa dipakai untuk
membantunya menentukan apakah pelanggaran itu layak dihadiahi kartu merah atau
tidak. Ini mungkin masih menjadi hal paling kontroversial dalam teknologi VAR
yang digunakan.
- Kesalahan identitas. Salah satu hal
yang menjadi tugas VAR adalah memastikan tidak ada pemain yang 'salah' di atas
lapangan. Kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk misalnya wasit keliru
memberikan kartu merah kepada pemain yang berbeda.
·
Pro-Kontra penggunaan VAR
Penggunaan VAR sejauh ini tidaklah terlalu memuaskan bagi beberapa
pelatih maupun pemain. Banyak dari mereka yang masih menganggap teknologi ini
menghilangkan seni dari sepak bola. Meskipun masih menjadi perdebatan,
teknologi VAR mulai aktif digunakan khususnya dalam ajang Liga champion maupun
Liga Eropa. Perdebatan yang masih terjadi seperti menyebabkan kebingungan oleh
setiap pemain mengenai apa yang bisa ditinjau oleh VAR karena tidak semua
pemain mengerti tentang jenis insiden yang bisa diperiksa dengan VAR. Selain
itu pemain juga tidak yakin tentang kapan dapat meminta wasit menggunakannya.
Selain pemain, pelatih seperti Vincenzo Montella juga pernah mengatakan bahwa
penggunaan VAR memakan waktu cukup lama, sehingga hal ini dapat merusak ritme
permainan. Pelatih dan pemain banyak yang sepakat mengatakan bahwa VAR Hanya
Sebuah Alat yang bahkan tidak bisa menjamin setiap keputusan wasit akan jauh
dari kontroversi. Meski begitu, tak jarang juga pelatih yang mendukung
teknologi ini. Karena teknologi ini dapat membantu wasit dalam memberi
keputusan.
· KELEMAHAN VAR
Akan tetapi, kelemahan VAR justru terlihat saat diuji pada Piala Konfederasi 2017. Dari empat pertandingan yang sudah berlangsung, terdapat dua keputusan kontroversial yang melibatkan penggunaan VAR. Pertandingan Cile menghadapi Kamerun di Grup B menghasilkan dua keputusan kontroversial yang melibatkan VAR. Satu keputusan merugikan La Roja, sementara yang lain justru memberi keuntungan. Keputusan pertama terjadi ketika Eduardo Vargas menjebol gawang Kamerun pada babak pertama. Saat itu, wasit menunggu beberapa menit untuk memutuskan gol Vargas sah atau tidak. Setelah mendapat bantuan dari tayangan ulang, wasit memutuskan gol Vargas tidak sah karena telah berada dalam posisi offside.Hal tersebut berbeda dengan keputusan kedua jelang pertandingan berakhir. Saat itu, Vargas menerima bola liar hasil sepakan Alexis Sanchez. Setelah menceploskan bola ke gawang, Vargas langsung melihat ke arah wasit dan kecewa karena dinyatakan offside. Namun, beberapa menit kemudian wasit justru mengesahkan gol Vargas.Meski Cile menang, namun Juan Antonio Pizzi, merasa tidak puas. Pelatih Cile tersebut merasa teknologi VAR belum siap untuk diterapkan pada pertandingan internasional. "Menurut saya, teknologi VAR masih butuh waktu untuk diterapkan. Kami harus membiasakan diri dengan aturan baru tersebut. Seharusnya, kami mampu unggul pada babak pertama, namun gol Vargas dianulir beberapa menit kemudian. Jujur saja, hal tersebut mempengaruhi mental kami," kata Pizzi.
Terbongkarnya keburukan teknologi VAR ternyata sudah diramalkan mantan direktur IFAB, David Elleray. Oleh sebab itu, Elleray sempat ingin menunda peluncuran teknologi tersebut. "Teknologi VAR mengevaluasi banyak hal dalam satu insiden, sehingga terkadang tidak terfokus kepada satu insiden. Menurut saya, teknologi itu belum matang," ujar Elleray. Berdasarkan pengakuan Pizzi, Cile kehilangan momentum saat gol pertama Vargas dianulir setelah beberapa menit. Hal tersebut dapat memengaruhi konsentrasi pemain, karena sempat terlanjur merayakan gol tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA



Komentar
Posting Komentar